Masinton Balik Kanan, Ajak Fraksi – Fraksi Tolak Hak Angket KPK

Masinton Pasaribu

JAKARTA, kabarpolisi.com – Masinton Pasaribu, politisi PDI Perjuangan yang juga anggota Komisi III DPR RI, meminta fraksi-fraksi berbalik menolak hak angket kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan menyudahi politik kemunafikan.

“Saya minta politik kemunafikan ini dihentikan. Bangsa ini enggak akan maju kalau aspek kemunafikan ini selalu dikedepankan dalam proses politik kita,” kata Masinton dalam Prime Time News di Metro TV, Kamis, 4 Mei 2017.

Aktivis gerakan mahasiswa 1998 itu mengatakan, pengajuan hak angket KPK disebabkan perlunya pembenahan sistem penegakan hukum di Indonesia, khususnya dalam hal pemberantasan korupsi. Sebagai mitra kerja KPK di Komisi III, Masinton melihat ada hal-hal yang perlu dibenahi dari lembaga pimpinan Agus Rahardjo itu.

Menurut Masinton Pasaribu, dirinya tak mungkin mencampuri keputusan fraksi-fraksi yang menolak hak angket. Namun, ia yakin, anggota fraksi yang ada di Komisi III mengetahui dinamika sehingga bergulirnya hak angket.

“Bisa ditanya ke tiap-tiap anggota di Komisi III, dinamikanya seperti apa, kan masing-masing mengikuti rapat dan kemudian ikut dalam keputusan itu,” tegas dia.

Pengambilan keputusan soal hak angket KPK diwarnai aksi walk out dari tiga fraksi; Fraksi Partai Gerindra, Fraksi Partai Demokrat, dan Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa. Ketiga fraksi mengaku keberatan terhadap Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah yang memimpin rapat paripurna memutuskan secara sepihak soal hak angket KPK.

Polemik hak angket ini terus bergulir. Belakangan, tiga fraksi lainnya, yakni PPP, PKS, dan PAN balik badan dan menolak hak angket. Dua Fraksi, PDIP dan Golkar saat ini menjadi fraksi yang paling getol menyatakan dukungan atas hak angket.

Sementara, keputusan Fraksi Partai NasDem dan Fraksi Partai Hanura masih belum menentukan sikapnya. (rizal /rizky)

BACA JUGA  Berikan Layanan Optimal ke Masyarakat, Polri Fokus Penguatan Transparansi Informasi Publik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.