Menyapa Warga dari Balik Laras, Ketika Kompol Laode Rusli Memilih Dekat dengan Masyarakat

Oplus_0

LUWU – ​Bagi sebagian orang, korps baret biru dengan segala perlengkapan taktis dan kendaraan taktisnya kerap diasumsikan sebagai simbol kekuatan yang kaku dan berjarak.

Namun, bayangan tentang benteng pertahanan yang angker itu seketika luntur manakala Anda melangkah ke Markas Komando Batalyon (Mako) D Pelopor Satuan Brimob Polda Sulsel di Desa Tiromanda, Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu.

Di bawah kepemimpinan Kompol Laode Rusli, S.E., satuan elite ini justru menjelma menjadi figur pelindung yang hangat, cair, dan akrab dengan denyut kehidupan warga sekitar.

​Bagi perwira menengah yang resmi memegang tongkat komando Danyon D Pelopor sejak Desember 2025 ini, senjata dan kemampuan taktis hanyalah instrumen pertahanan terakhir. Senjata paling ampuh dalam menjaga keamanan wilayah justru lahir dari ruang-ruang interaksi yang cair bersama masyarakat.

Laode Rusli memahami betul bahwa filosofi pengabdian Brimob modern tidak lagi cukup hanya dengan siaga di balik pagar markas. Kehadiran pasukan di tengah-tengah warga harus dirasakan manfaatnya secara nyata, baik dalam situasi damai maupun saat terjadi eskalasi darurat.

​Pendekatan humanis ini bukan sekadar slogan di atas kertas. Dalam kesehariannya memimpin Batalyon D Pelopor di wilayah Luwu Raya, Laode Rusli dikenal sebagai sosok yang gemar turun langsung menyapa warga.

Tak jarang, di sela-sela kesibukannya memantau kesiapsiagaan pasukan, ia meluangkan waktu untuk berdialog dengan tokoh masyarakat, pemuka agama, hingga para pemuda setempat. Bagi dirinya, mendengar langsung keluh kesah dan aspirasi warga adalah cara terbaik untuk meredam potensi gangguan keamanan sebelum tunas konflik sempat mencuat.

​”Kepercayaan masyarakat adalah marwah utama Polri. Brimob kuat karena menyatu dengan rakyat,” prinsip inilah yang konsisten ia terapkan ke dalam tubuh internal kesatuannya.

BACA JUGA  Mengenal Lebih Dekat Ipda Irfan Natsir, S.Or., M.H. Sentuhan Humanis dan Ketegasan di Garda Depan Polsek Ponrang

​Ia kerap mengingatkan para prajuritnya agar senantiasa mengedepankan senyum, sapa, dan sikap santun dalam setiap penugasan sosial maupun pengamanan wilayah, tanpa harus kehilangan ketegasan profesional.

Ketika banjir, bencana alam, atau agenda-agenda kemasyarakatan lainnya melanda kawasan Luwu, wajah-wajah baret biru di bawah komandonya selalu menjadi yang terdepan turun ke lapangan untuk membantu evakuasi, bergotong royong, hingga sekadar berbagi rasa dengan warga terdampak.

​Melalui gaya kepemimpinannya yang membumi, Kompol Laode Rusli berhasil meruntuhkan tembok pemisah antara aparat penegak hukum dan rakyat jelata.

Di Bumi Sawerigading, ia membuktikan bahwa ketangguhan seorang Komandan Batalyon Brimob tidak diukur dari seberapa ditakutinya ia, melainkan dari seberapa besar rasa aman, kedekatan, dan cinta kasih yang mampu ia hadirkan di tengah-tengah masyarakat yang dilindunginya.(MR88)