DAERAH  

Cairkan Dana Pinjaman KUR, Oknum BRI Unit Kualu Diduga Gunakan Identitas Orang Lain

Pekanbaru – Bank Rakyat Indonesia (BRI) Unit Kualu, Cabang Jalan Tuanku Tambusai,Pekanbaru diduga mencairkan dana pinjaman Kredit Usaha Rakyat (KUR) sepihak menggunakan identitas orang lain tanpa sepengetahuan sang pemilik identitas.

Praktik ini terungkap pada saat warga pemilik identitas tersebut mengajukan permohonan pinjaman kepada bank lain pada tahun 2020 silam. Dari bank tersebut diperoleh informasi bahwa si pemilik identitas pernah mengajukan kredit di BRI Unit Kualu sebesar Rp25 Juta dan terdapat tunggakan pembayaran.

Berdasarkan informasi tersebut, warga pemilik identitas ini masuk dalam catatan SLIK Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atau BI Checking; istilah lama. Sehingga, sipemilik identitas tidak bisa lagi mengajukan pinjaman kredit ke perbankan manapun.

“Pada Bulan Oktober 2020, saya mengajukan pinjaman kredit pembiayaan KPR di Bank CIMB Niaga Pekanbaru. Akan tetapi saya mendapat informasi dari petugas Marketingnya bahwa saya memiliki tunggakan pembayaran kredit Pembiayaan KUR yang macet di BRI. Padahal saya sama sekali tidak mengetahuinya,” ungkap sipemilik identitas, Muhammad Afdhal (32) warga Pandau Permai kepada awak media beberapa hari lau.

Atas informasi tersebut, tambah Afdhal, dirinya mencoba mencari informasi ke BRI Cabang Jalan Tuanku Tambusai Pekanbaru. “Ternyata benar bahwa tertera nama dan NIK saya melakukan pencairan dana pinjaman di BRI Unit Kualu,” tutur Afdhal.

Pada saat itu, kata Afdhal, dirinya langsung melakukan BI Checking ke OJK sambil mencari informasi tentang siapa oknum marketing yang telah melakukan proses pencairan Pembiayaan KUR tersebut.

“Akhirnya saya memperoleh informasi bahwa oknum yang mencairkan dana kredit tersebut adalah inisial RH (Marketing) dan MI (Kepala Unit). Dalam berkas akad tertera nama dan NIK sesuai KTP saya, namun alamat tempat tinggal dan kepemilikan usaha yang berbeda,” katanya.

BACA JUGA  Ganjar Cerita Paser Bumi Gagal Atasi Tambang Ilegal: Mau Operasi, Bocor

Lantaran merasa tidak pernah memiliki pinjaman tersebut, terang Afdhal, dirinya langsung meminta RH (Marketing BRI Unit Kualu) untuk mengeluarkan surat keterangan Bukan Dibitur BRI Unit Kualu.

“Namun pada 20 November 2020, surat yang diberikan kepada saya ternyata palsu dan hanya akal-akalan dari Marketingnya agar saya tidak melaporkannya ke OJK dan BRI Kanwil Riau,” katanya menambahkan.

Setelah dirinya terus menerus mendesak si RH, kata Afdhal, pada Desember 2020 oknum marketing tersebut membayar lunas seluruh tagihan.

Afdhal menyesalkan terjadinya peristiwa ini, karena bank sekelas BRI tega melakukan tindakan yang dapat merugikan masyarakat.

Agar persoalan nama baik dirinya tidak berlarut-larut, Afdhal sudah menyampaikan surat pengaduan ke berbagai lembaga terkait, seperti BRI Kanwil Riau, OJK Riau dan BRI Cabang Jalan Tuanku Tambusai.

Dalam surat pengaduan tersebut, Afdhal menegaskan, bahwa telah terjadi dugaan penyalahgunaan identitas dirinya oleh oleh oknum karyawan BRI Unit Kualu dengan memalsukan pinjaman Pembiayaan KUR atas nama dirinya di BRI Unit Kualu dengan nomor rekening 8090-01-003183-xx-x.

“Maka dengan ini sesungguhnya bahwa adanya pinjaman Pembiayaan KUR sebesar Rp25 Juta menggunakan identitas saya sangat merugikan dan merusak nama baik saya di BI Checking, sehingga saya tidak dapat melakukan pinjaman di Bank manapun,” pungkas Afdhal.

Ketika hal ini ingin dikonfirmasi ke BRI Unit Kualu, Rabu (31/8/2022), Kepala Unit Kualu belum berhasil ditemui. “Hari in tutup buku, Bapak pimpinan lagi sibuk, belum bisa dijumpai,” kata salah satu petugas security memberi alasan.

Deo Febro

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.