DAERAH  

Demi Cairkan Dana Covid-19, Kapus Siak Hulu II Diduga Nekat Palsukan Tanda Tangan

Kampar,kabarpolisi.com – Diduga memalsukan tandatangan untuk mencairkan dana insentif untuk tenaga kesehatan yang menangani Covid-19 di Puskesmas yang dipimpinnya, Kepala Puskesmas Siak Hulu II (Puskesmas Kubang Jaya), Kabupaten Kampar, Provinsi Riau, SR, dilaporkan ke Kepolisian Daerah (Polda) Riau pada Agustus 2022 lalu.

Dugaan pemalsuan tandatangan tersebut dilakukan SR dengan cara menandatangani pencairan dana yang menggunakan nama pimpinan Puskesmas yang lama sebelum dirinya memimpin instansi tersebut. Tindakan ini membuat pimpinan Puskesmas yang lama tidak terima dan melaporkan hal itu kepada aparat hukum.

Berdasarkan informasi yang diterima awak media dari sumber beberapa staf Puskesmas Siak Hulu II beberapa hari lalu mengatakan, dugaan aksi pemalsuan tandatangan ini diketahui pada Agustus 2022 dengan bukti pencairan dana Covid-19 bagi tenaga kesehatan untuk bulan Juli, Agustus September 2021 silam. Setelah dana tersebut cair, selanjutnya dialokasikan kepada masing-masing tenaga kesehatan yang menangani Covid-19 di Puskesmas tersebut dengan cara mentransfer ke rekening dengan total dana mencapai sekitar Rp135 Juta.

Konon, dana senilai sekitar Rp135 Juta tersebut juga diduga tidak hanya dialokasikan kepada petugas yang bekerja saja, melainkan juga diberikan kepada petugas-petugas yang tidak bekerja menangani Covid-19.

Ditempat terpisah, Ketua LSM Peduli Aset dan Kedaulatan Bangsa Indonesia (PAKBI) Provinsi Riau, Oman Kusmedi alias Edi Oman menyayangkan hal itu. Semestinya, dalam penanganan Covid-19, baik dalam hal medisnya meupun dalam prosedur pencairan dana bagi tenaga kesehatannya, jangan sampai melanggar hukum.

“Jalankanlah seluruh proses itu dengan mengacu kepada ketentuan dan perundangan yang ada,” ujar Edi Oman

Kepala Puskesmas Siak Hulu II, SR saat dikonfirmasi awak media terkait dirinya dilaporkan ke Polda Riau, menyarankan agar menghubungi penasehat hukumnya, karena SR mengaku dirinya kurang paham. “Saya baru selesai rapat. Abg hubungi PH Ratna aja yaa…karena Ratna juga kurang paham,” terang Ratna melalui saluran Whatsapp kepada awak media, Senin (10/10/2022).

BACA JUGA  Polisi Tutup Tambang Ilegal di Gunung Merapi

(deo febro)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.