DAERAH  

Diduga Bekingi Eksekusi Ilegal Personil Polda Riau Dilaporkan ke Propam

PEKANBARU – Sorotan terhadap kasus-kasus yang menimpa institusi Kepolisian nampaknya tidak membuat institusi Tri Brata ini melakukan upaya pembenahan.

Peristiwa yang terjadi pada Jumat, Oktober 2021 misalnya, dimana Puluhan pekerja dikerahkan oleh PT. Cipta Damai Lestari (CDL) akan memasang pagar di atas lahan yang terletak di Jalan Air Hitam Kelurahan Bandar Raya Kecamatan Payung Sekaki Kota Pekanbaru yang notabennya tanah itu masih status sengketa waris.

Menariknya, dalam peristiwa tersebut, tampak puluhan aparat kepolisian dari Polda Riau dengan menggunakan dua mobil Dalmas Polda Riau dan satu unit mobil water Cenon tampak di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Menanggapi peristiwa itu kuasa hukum Ermawati Cs (Ahli Waris), Rokyal Hasibuan, SH mengaku heran, atas kehadiran puluhan anggota Kepolisian Polda Riau di atas lahan yang sedang bersengketa waris.

“Kehadiran Polisi terkesan untuk mengawal pekerja pembangunan pagar suruhan PT. CDL, padahal jelas lahan ini masih dalam sengketa antara clien kami dan PT. CDL,” ujarnya.

Dikatakan, Rokyal Hasibuan, status tanah ini masih sengketa waris dan belum ada keputusan hukum tetap atau inkrah. Kok malah polisi disuruh mengawal pekerja bangunan suruhan pihak PT. CDL. “Ini patut dipertanyakan, ada apa dengan Polda Riau? ” tanya Rokyal.

Royal menambahkan, apa yang dilakukan PT. CDL dengan hadirnya puluhan personil Polda Riau, sudah di kategorikan “semi eksekusi. Padahal sesuai aturan hukum, yang berhak melakukan eksekusi adalah Pengadilan.

” Apa yang dilakukan aparat kepolisian dari Polda Riau sudah menyalahi prosedur karena eksekusi merupakan hak pengadilan lewat putusan yang dinyatakan ingkrah, tindakan unprosedurak ini jelas dugaan kuat Puluhan Aparat ini melakukan upaya Eksekusi ilegal,” jelasnya.

BACA JUGA  Aparat Penegak Hukum Diminta Untuk Melakukan Penertiban, Menghentikan Dan Penindakan Hukum Ke Penambangan Ilegal Lereng Merapi

Rokyal menambahkan pihaknya telah melayangkan laporan terhadap Propam Polda Riau terkait peristiwa tersebut bahkan, imbuh Royal dirinya telah menyiapkan langkah hukum berupa pelaporan kepada Komnas HAM, Kompolnas dan permohonan perlindungan hukum pada Kapolri dan Presiden Republik Indonesia.

” Saya pribadi selaku kuasa hukum dan warga negara Indonesia tentunya menyangkan jika Institusi tercinta kita disusupi oleh oknum-oknum yang berlaku tidak patut yang dampaknya mencemarkan nama institusi Kepolisian secara luas. Oleh karenanya saya atas dasar kecintaan saya terhadap institusi ini, saya akan membawa persoalan ini sampai ke Kapolri dan Presiden, ini semata-mata agar institusi tercinta ini bisa bekerja secara proporsional sesuai hukum dan perundang-undangan,” tutup Rokyal.

Seperti diketahui sengketa tanah yang melibatkan Ermawati Cs dengan PT. CDL belum memasuki tahap gugatan perdata tapi saat ini sedang dalam proses Lidik Kepolisian Polda Riau, dimana Ermawati Cs selaku ahliwaris melayangkan laporan terkait pemagaran tanah yang dilakukan oleh PT.CDL di lahan yang diklaim pihak Ermawati. (Ceko)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.