RIAU,Kabarpolisi.com — Dalam rangka mendukung program pemerintah menuju swasembada pangan tahun 2026, Polsek Kampar Kiri bersama Pemerintah Desa Kuntu, Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kampar Kiri, serta Kelompok Tani Toeroba Berkah melaksanakan kegiatan penanaman jagung pipil di Desa Kuntu, Kecamatan Kampar Kiri, Kabupaten Kampar, Propinsi Riau, Jumat (16/10/2026).
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 14.00 WIB tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Kampar Kiri, Kompol Nurman, S.H., M.H., didampingi Bhabinkamtibmas Desa Kuntu, Aipda Yusri Omega, S.H.
Penanaman jagung dilaksanakan di lahan pertanian milik Kelompok Tani Toeroba Berkah dengan melibatkan Kepala Desa Kuntu, Asril B., Kepala BPP Kampar Kiri, Hanif Tanjung, penyuluh pertanian lapangan (PPL) Desa Kuntu, Diana, serta anggota kelompok tani setempat.
Program ini menjadi salah satu bentuk sinergi antara kepolisian, pemerintah desa, penyuluh pertanian, dan masyarakat dalam memperkuat ketahanan pangan melalui pemanfaatan lahan produktif.
Dalam kegiatan tersebut, kelompok tani menanam jagung pipil varietas Pioneer di atas lahan seluas satu hektare.
Adapun benih yang digunakan sebanyak 15 kilogram, dengan kondisi bibit dan tanah dilaporkan dalam keadaan baik. Penanaman dilakukan pada Jumat, 16 Oktober 2026, dengan jarak tanam 20 x 70 sentimeter.
Lahan tersebut dikelola oleh petani bernama Amril Nurman, yang menjadi bagian dari Kelompok Tani Toeroba Berkah di Desa Kuntu.
Berdasarkan perencanaan awal, tanaman jagung tersebut diperkirakan memasuki masa panen pada 5 Februari 2027. Namun, realisasi waktu panen tetap bergantung pada pertumbuhan tanaman, kondisi cuaca, serta pemeliharaan selama masa budidaya.
Kegiatan penanaman ini juga didukung bantuan benih dari Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) melalui BPP Kecamatan Kampar Kiri.
Kapolres Kampar AKBP Boby Putra Ramadhan Subayang Sik Melalui Kapolsek Kampar Kiri, Kompol Nurman, S.H., M.H., dalam keterangannya menegaskan bahwa keterlibatan kepolisian dalam kegiatan pertanian merupakan bagian dari dukungan terhadap program pemerintah, khususnya dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional.
Menurutnya, kolaborasi antara kepolisian, pemerintah desa, tenaga penyuluh, dan kelompok tani diperlukan agar program ketahanan pangan dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,ungkapnya.
“Melalui kegiatan penanaman jagung ini, kami berharap dapat mendukung program pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan sekaligus mendorong masyarakat untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan pertanian yang tersedia,” demikian pesan yang dapat disampaikan dari kegiatan tersebut.
Kehadiran Kepala Desa Kuntu, Asril B., Kepala BPP Kampar Kiri, Hanif Tanjung, serta PPL Desa Kuntu, Diana, menunjukkan pentingnya koordinasi lintas sektor dalam mendukung kegiatan pertanian di tingkat desa.
Pendampingan penyuluh pertanian diharapkan dapat membantu petani dalam proses budidaya, mulai dari penanaman, pemeliharaan, hingga penanganan tanaman menjelang panen.
Sementara itu, keterlibatan kelompok tani menjadi faktor penting dalam memastikan lahan yang telah ditanami dapat dikelola secara optimal.
Keberhasilan program tersebut tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan bibit dan luas lahan, tetapi juga oleh perawatan tanaman, pengendalian hama, pemupukan, serta pendampingan yang berkelanjutan,cetusnya.
Oleh karena itu, pemantauan terhadap pertumbuhan jagung hingga masa panen menjadi bagian penting untuk mengetahui hasil nyata dari program penanaman tersebut.
Penanaman jagung pipil di lahan Kelompok Tani Toeroba Berkah diharapkan dapat menjadi langkah positif dalam meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan di wilayah Kecamatan Kampar Kiri.
Selanjutnya Dengan luas lahan satu hektare, kegiatan ini diharapkan mampu memberikan hasil yang optimal bagi petani serta menjadi contoh pemanfaatan lahan produktif melalui kerja sama antara pemerintah, aparat kepolisian, dan masyarakat.
Ke depan, keberlanjutan program serupa memerlukan pendampingan yang konsisten, evaluasi hasil produksi, serta dukungan terhadap kebutuhan petani agar kegiatan pertanian tidak berhenti pada tahap penanaman, tetapi benar-benar menghasilkan panen yang bermanfaat.**
Editor : Yulisman













