DAERAH  

Polisi: Tambang Emas di Banyumas TKP 8 Penambang Terjebak Tak Berizin

Kapolresta Banyumas, Kombes Edy Suranta Sitepu.

 

Kabarpolisi.Com  –  Banyumas, Kapolresta Banyumas, Kombes Edy Suranta Sitepu menegaskan aktivitas yang dilakukan oleh penambang di Desa Pancurendang, Kecamatan Ajibarang, Banyumas adalah ilegal. Saat ini dilaporkan ada delapan penambang emas yang terjebak di lokasi tersebut.
“Ini adalah tambang emas, tentunya ini tidak berizin dan ini sedang kita lakukan pendataan terhadap seluruhnya,” kata Edy kepada wartawan, Rabu (26/7/2023).

Seperti yang di lansir dari detikjateng, Hal ini diperkuat dari informasi yang didapat dari Karipto yang merupakan Kepala Dusun (Kadus) 2 kepada polisi. Menurut Kasat Reskrim Polresta Banyumas, Kompol Agus Supriyadi, pihak koperasi setempat pernah mengajukan izin pada tahun 2021.

“Pihak koperasi Sela Kencana sebagai wadah para penambang, tahun 2021 mengajukan permohonan IPR ke Dinas ESDM Provinsi Jateng, namun sampai sekarang belum turun perizinan,” terang Agus.

Selain itu pihak Polresta Banyumas juga pernah memberikan sosialisasi dengan menggandeng Dinas ESDM Kabupaten Banyumas.

“Pihak Polresta Banyumas bersama dengan perangkat desa dan Dinas ESDM Banyumas pernah melakukan sosialisasi pada tahun 2017. Namun ada permintaan dari warga untuk tambang tetap beroperasi,” terangnya.

Diberitakan sebelumnya, sebanyak delapan warga yang bekerja sebagai penambang emas di Desa Pancurendang, Kecamatan Ajibarang, Banyumas, dilaporkan terjebak di dalam lubang galian. Kejadian tersebut diketahui pada pukul 07.00 WIB.

Saat ini tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas Cilacap, BPBD Banyumas, Polresta dan TNI Banyumas tengah melakukan penyedotan air dari dalam lubang.

Kepala Kantor SAR Cilacap selaku SAR Mission Coordinator (SMC), Adah Sudarsa menjelaskan diduga mereka terjebak di kedalaman lebih dari 50 meter.

“Kedalamannya sekitar 60-70 meter,” kata Adah melalui pesan tertulis, Rabu (26/7).

Berdasarkan data yang dipaparkan melalui video, terdapat beberapa undak-undakan di lubang galian tersebut. Setiap undakannya yang berjumlah empat trap memiliki kedalaman masing-masing.

“Ini permukaan air (kedalaman 20 meter). Ini lubang yang ada pekerjanya. Kedalaman kurang lebih 60 meter-an. Diduga rembesan air dari kedalaman 20 meter,” terangnya.

 

( Tri )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.