Polres Padang Panjang Tutup Laporan 2021 dengan Kekuatiran Trend Kejahatan Seksual Remaja

  • Bagikan

KAPOLRES Padang Panjang AKBP Novianto Taryonodidampingi Waka Polres Kompol Alvira, Kabag Ops dan para Kasat sedang menyampaikan kondisi akhir tahun kinerja jajarannya di depan para wartawan, Jumat (31/12).(Foto : KP-Awe)

PADANG PANJANG – Kepolisian Resort Padang Panjang menutup laporan tahun 2021 dengan satu kekuatiran meningkatnya trend kejahatan seksual di kalangan remaja dan meminta partisipasi semua pihak untu mencegahnya.

“Kami sedang fokus menangani masalah kejahatan seksual ini. Semoga pihak Dinas Sosial Kota Padang Panjang dapat bekerjasama dengan kami menangani masalah ini,” papar Kapolresta Padang Panjang AKBP Novianto Taryono, saat menyampaikan paparan akhir tahun 2021 bersama jajaran Media setempat di Mako Polres,, Jumat (31/12).

Ikut mendampingi Kapolresta dalam konprensi pers akhir tahun ini, Waka Polres Kompol Alvira, Kabag Ops dan para Kasat di Polres Padang Panjang.

Menurut Novianto, trend kejahatan seksual di kalangan remaja di kota Padang Panjang diketahui pada saat dilakukan penertiban balap liar.

“Ada kami temukan, pada saat subuh para remaja itu melakukan kejahatan seksual. Dan kami cermati trend seperti itu sudah terjadi pada kelompok remaja balap liar,” sebutnya.

Oleh sebab itu, lanjut Novianto, polisi terus memburu kelompok remaja balap liar ini, terutama yang kongkow sampai subuh.

“Sampai saat ini kami sudah berhasil menjaring 38 sepeda motor milik pebalap liar. Semua kendaraan itu kami tempatkan di lapangan parkir Mako Polres,” kata Novianto sambil menunjulam jarinya ke arah tempat moto balap liar itu diparkirkan.

Kapolres Padang Panjang ini mengaku puas dengan respon dari masyarakat atas penertiban balap liar tersebut. Namun dia mengaku cemas dengan trend kejahatan seksual di kalangan remaja tersebut dan berharap semua pihak memberikan perhatian serius terhadap gejala sosial di tingkat remaja Padang Panjang itu.

BACA JUGA  Kapolda Maluku Silaturrahmi dengan Insan Pers

Situs Porno

Pertemuan Kapolres dengan media juga membahas pemanfaatan area free wifi oleh para anak dan remaja untuk mendownload atau membuka situs berita porno.

AKBP Novianto mengakui bahwa ada dugaan penyalahgunaan kawasan spot wifi bebas biaya disalahgunakan untuk membuka situs situs terlarang dan membahayakan kesehatan moral para anak dan remaja di Padang Panjang.

Bahkan, kata sumber Kabarpolisi.com, sebuah kawasan free wifi dijadikan tempat membuka situs porno oleh remaja putra dan putri.

“Kami mengkuatirkan kondisi itu bisa mendorong anak anak melakukan kejahatan seksual,” ujarnya.(*)

Awaluddin Awe

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *