OPINI  

Rasulullah Melihat Wanita Ini di Sorga

Oleh : H. Dicky Aditya *)

ISRA’ Mi’raj merupakan sebuah peristiwa luar biasa yang dialami oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam. Dimana pada saat itu terjadi sebuah perjalanan super cepat dari Makkah-palestina hingga Sidratul Munthaha serta diturunkannya perintah langsung untuk salat lima waktu.

Selain itu ketika melakukan perjalanan Isra’ Mi’raj, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam bahkan diperlihatkan siapa saja yang menjadi golongan penghuni surga dan neraka. Dengan demikian beliau menyaksikan secara langsung azab yang diterima penghuni neraka dan kenikmatan yang diperoleh penghuni surga.

Namun tahukah kamu bahwa diantara para penghuni surga tersebut, ada seorang wanita muslimah yang dilihat oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam. Ia adalah seorang wanita yang memiliki sikap dan akhlak terpuji.

Lantas, siapakah wanita tersebut?

Berikut ulasan selengkapnya.

Sebagaimana termaktub dalam 35 sirah Shahbiyah, Syeikh Mahmud al-Mishri mengatakan bahwa, “Rasulullah yang ucapannya bersumber dari wahyu itu memberitahukan bahwa beliau melihat wanita ini di dalam surga dalam peristiwa Isra’ Mi’raj.”

Dan wanita yang dimaksud oleh Syeikh Mahmud al-Mishri ini adalah seorang shahabiyah pilihan yang tidak diketahui dengan pasti siapa aslinya. Sebab ada yang meriwayatkan bahwa nama aslinya adalah Sahlah, Ramilah, Rumaishah, Malikah, Ghumaisha’ dan Rumaisha’. Namun di masanya orang-orang lebih mengenalnya sebagai istri Abu Thalhah.

Sebagaimana diriwayatkan dari Anas bin Malik bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda bahwa, Aku masuk ke dalam surga. Dan aku mendengar suara langkah kaki. Lalu aku bertanya, “Siapakah ini?” Para malaikatpun menjawab, “Dia adalah Ghumaisha’ bin Malhan, ibu dari Anas bin Malik.” (HR. Muslim)

Kemudian dalam riwayat lainnya disebutkan dari Jabir bin ‘Abdullah bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam memberitahukan bahwa, “Aku diperlihatkan surga (dalam peristiwa Isra’ Mi’raj). Aku melihat istri Abu Thalhah. Dan Aku juga mendengar suara sandal di depanku. Ternyata, itu sandalnya Bilal bin Rabbah.” (HR. Muslim, Ahmad dan Abu Ya’la)

Dengan demikian muslimah shalihah penghuni surga itu adalah istri Abu Thalhah atau lebih dikenal dengan Ummu Sulaim. Dimana ia diberkahi lantaran iman dan ketakwaanya kepada Allah SWT.

Sebelum menikah dengan Abu Thalhah, Ummu Sulaim merupakan istri dari seorang lelaki yang kafir. Ia selalu berusaha mendakwahi suaminya Malik bin Nadhr agar bertaubat namun ia tidak berhasil. Akan tetapi ia berhasil menanamkan dua kalimat syahadat kepada anaknya Anas. Dan ketika memasuki usia sepuluh tahun, Ummu Sulaim menyerahkan Anas untuk menjadi pelayan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam.

Selain itu keimanan dan ketakwaannya pun kian mantab. Ia berkali-kali ikut jihad, sehingga memiliki peranan yang amat besar dalam perkembangan Islam di Madinah serta menjadi Shahabiyah terpilih.

Dan atas pesonanya itu pula akhirnya ia menjadi magnet bagi banyak lelaki Madinah saat itu. Hingga akhirnya ia menikah dengan seorang lelaki gagah dan tampan. Dan hanya dengan mahar dua kalimat syahadat pun Abu Thalhah menjadi imamnya.

Disamping itu amal istimewa yang menjadikannya mendapatkan jaminan surga adalah sisi romantis dan kesabarannya terhadap suami. Sebagaimana diceritakan dalam sirah Shahabiyah ketika Abu Thalhah berangkat jihad meski saat itu anaknya tengah sakit demam yang pada akhirnya meninggal dunia. Dan ketika suaminya, Ummu Sulaim tidak sedikitpun menunjukkan kesedihannya, bahkan ia menyambut sang suami dengan penuh cinta.

Seperti biasanya ia melayani suaminya terlebih dahulu setelah lelah berjihad, dan saat suaminya bertanya tentang keadaan anaknya ia mengatakan bahwa anaknya sudah tenang.

Dan barulah keesokan paginya ia bertanya pada sang suami apa yang akan dilakukan jika ada yang menitipkan barang lalu barang tersebut diambil oleh yang punya. Maka sang suami pun menjawab bahwa barang tersebut harus dikembalikan. Sehingga pada saat itulah Ummu Sulain memberi tahu suaminya bahwa abak mereka yang merupakan titipan Allah telah diambil oleh-Nya.

Meski tidak marah, namun Abu Thalhah kaget dan merasa tidak puas sehingga ia mengadu kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam. Dan ternyata Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam memberikan pujian akan sikap Ummu Sulaim yang penuh kasih sayang dan sangat sabat tersebut. Sehingga dari kejadian inilah jaminan masuk surga diberikan kepada Ummu Sulaim. Sebagaimana yang terlihat oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam saat melakukan isra’ mi’raj.

Sumber : Galamedianews.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.